Thursday, 19 March 2015

Can you

"Waiting is the sign of true love. Anyone can say I love you but not everyone can see and prove its true"

Tuesday, 17 March 2015

Untold Prayer

Mungkin tiba saatnya bagiku untuk rehat sejenak, bukan dari rutinitas karena rutinitas tak bisa dielakkan. Tapi dari berbagai kontemplasi hati. Kontemplasi hati yang tidak pernah berujung pada satu muara, melainkan menyabang, meluas, dan tidak menentu.

Aku tidak bisa berbagi kontemplasi itu pada siapapun. Orang orang? tidak mungkin karena aku tahu, itu juga tak akan menenangkanku, mereka mungkin hnya akan berkata "sabar ya". Dia? tentu saja, tak akan ada kepastian. atau mungkin jawabannya akan lebih menyesakkan.

Kemudian, aku merajukkan segala kontemplasi itu pada Pemilik semesta, Pendesain masa depan, dan Pemberi segala kebaikan yang nyata atau masih terselubung.

maka kepada-Nya lah, aku meminta. meminta kejelasan. karena pada-Nya, kontemplasi ini akan terjawab dengan aksi yang nyata, bukan sekedar spekulasi. karena pada-Nya aku mendapat ketenangan, karena dia menjanjikan, jika sesuatu tidak terjadi seperti yg kuharap, maka dia akan menggantinya dengan yg lebih baik. jawabnya mungkin bukan sekarang, mungkin nanti. Seperti apa ini akan berakhir? Bisakah aku bertahan jika ini sama seperti dulu? bisakah aku ikhlas