Kamu, ya kamu. Ada berjuta alasan mengapa aku ingin menghindari mu. Aku ingin kamu menjadi sebatas memori utopia yang bahkan tak nyata. Aku ingin kamu menjadi sebuah mimpi indah buatku. Hanya itu. Kamu dan memorimu tak boleh nyata. Anggap saja, kamu adalah teman khayalanku. Oke, kamu kuanggap sebagai imajinasi tempat aku bertengkar, berdamai, dan merindu. Memori aku- dan kamu adalah memori hasil karanganku saja. Dalam dunia imajinasiku. Kamu tak boleh ada di dunia ini. Jikalau suatu saat aku bertemu dengan karakter nyata seperti mu. Maka, seperti yang ada dalam film-film: ini hanyalah kebetulan semata. Aku akan menyapanya dan tentu saja utopia itu tak boleh ada
Rain leaves breath for every living creatures, my blog leaves breath for every living moment in my lifetime
Thursday, 25 July 2013
Tuesday, 9 July 2013
Saya males terdistraksi dengan pikiran yang nggak-nggak. Saya males
berekspektasi sama sesuatu yang ga tentu. Saya males berharap sama
sesuatu yang ga mungkin diharapin. Sulit, sangat sulit bertarung sama
sesuatu yang sulit ditaklukan. Perasaan sendiri. Iya, mulut ngomong A.
Tapi hati ngomong B. Kenapa ga sinkron? Kenapa ga ngomong B aja sih?
Hmm, ga sesimple itu untuk ngomong B karena pasti bakal ada ego, harga
diri, dan self pride yang harus ditaklukan dan menaklukkannya ga semudah
itu!
Rapuh, iya rapuh. Tergoyang sedikit, rapuh Kapan jadi kuat nya sih? Kapan bisa masa bodo nya sih? Selalu diinget, selalu sedih, selalu kenangan-kenangan itu jadi silet yang nguras air mata. kapan bisa tegarnya kalau kayak gitu?
Siapa yang mengajarkan kelemahan? Ga ada! Siapa yang mengajarkan keputusaasan? Ga ada.
Tapi kenapa, kenapa serapuh ini?
Apa karena masih berharap?
Wake up! Wide awake!
Males banget sih untuk bangun dari mimpi!
Keenakan banget sih berkubang sama nostalgia!
Dasar rapuh!
Rapuh, iya rapuh. Tergoyang sedikit, rapuh Kapan jadi kuat nya sih? Kapan bisa masa bodo nya sih? Selalu diinget, selalu sedih, selalu kenangan-kenangan itu jadi silet yang nguras air mata. kapan bisa tegarnya kalau kayak gitu?
Siapa yang mengajarkan kelemahan? Ga ada! Siapa yang mengajarkan keputusaasan? Ga ada.
Tapi kenapa, kenapa serapuh ini?
Apa karena masih berharap?
Wake up! Wide awake!
Males banget sih untuk bangun dari mimpi!
Keenakan banget sih berkubang sama nostalgia!
Dasar rapuh!
Saya males terdistraksi dengan pikiran yang nggak-nggak. Saya males
berekspektasi sama sesuatu yang ga tentu. Saya males berharap sama
sesuatu yang ga mungkin diharapin. Sulit, sangat sulit bertarung sama
sesuatu yang sulit ditaklukan. Perasaan sendiri. Iya, mulut ngomong A.
Tapi hati ngomong B. Kenapa ga sinkron? Kenapa ga ngomong B aja sih?
Hmm, ga sesimple itu untuk ngomong B karena pasti bakal ada ego, harga
diri, dan self pride yang harus ditaklukan dan menaklukkannya ga semudah
itu!
Rapuh, iya rapuh. Tergoyang sedikit, rapuh Kapan jadi kuat nya sih? Kapan bisa masa bodo nya sih? Selalu diinget, selalu sedih, selalu kenangan-kenangan itu jadi silet yang nguras air mata. kapan bisa tegarnya kalau kayak gitu?
Siapa yang mengajarkan kelemahan? Ga ada! Siapa yang mengajarkan keputusaasan? Ga ada.
Tapi kenapa, kenapa serapuh ini?
Apa karena masih berharap?
Wake up! Wide awake!
Males banget sih untuk bangun dari mimpi!
Keenakan banget sih berkubang sama nostalgia!
Dasar rapuh!
Rapuh, iya rapuh. Tergoyang sedikit, rapuh Kapan jadi kuat nya sih? Kapan bisa masa bodo nya sih? Selalu diinget, selalu sedih, selalu kenangan-kenangan itu jadi silet yang nguras air mata. kapan bisa tegarnya kalau kayak gitu?
Siapa yang mengajarkan kelemahan? Ga ada! Siapa yang mengajarkan keputusaasan? Ga ada.
Tapi kenapa, kenapa serapuh ini?
Apa karena masih berharap?
Wake up! Wide awake!
Males banget sih untuk bangun dari mimpi!
Keenakan banget sih berkubang sama nostalgia!
Dasar rapuh!
Jikalau saya boleh mendelete beberapa memori, maka pasti lebih mudah bagi saya untuk sembuh.
Jikalau saya bisa tidak berhasrat berharap terhadap beberapa hal, maka pasti akan lebih mudah bagi saya untuk bangkit.
Jikalau saya bisa tidak cemas akan sesuatu hal, maka pasti hidup saya akan lebih tenang.
Jikalau saya lebih ikhlas saja memandang hidup, maka pasti saya akan lebih tegar.
Jadi salah siapa?
Jikalau bukan selamanya berarti penyesalan
Jikalau bisa jadi sebuah metode yang bisa diwujudkan
Yang menjadi pertanyaan bagi saya sekarang adalah:
Bisakah saya mewujudkan jika itu?
Jikalau saya bisa tidak berhasrat berharap terhadap beberapa hal, maka pasti akan lebih mudah bagi saya untuk bangkit.
Jikalau saya bisa tidak cemas akan sesuatu hal, maka pasti hidup saya akan lebih tenang.
Jikalau saya lebih ikhlas saja memandang hidup, maka pasti saya akan lebih tegar.
Jadi salah siapa?
Jikalau bukan selamanya berarti penyesalan
Jikalau bisa jadi sebuah metode yang bisa diwujudkan
Yang menjadi pertanyaan bagi saya sekarang adalah:
Bisakah saya mewujudkan jika itu?
Summer Breeze
Summer breezes back to wave the ear. It can be felt, but it cant be touched.
It says hallo to grow something that s already burried.
But it wont last, the summer breeze is about to go.
Say the farewell, probably never come back to say hi.
Probably the summer breeze will blow to another place.
It says hallo to grow something that s already burried.
But it wont last, the summer breeze is about to go.
Say the farewell, probably never come back to say hi.
Probably the summer breeze will blow to another place.
Subscribe to:
Posts (Atom)