Sudah 5 tahun rasanya saya bergabung dengan mereka. Awalnya, tak ada keinginan sama sekali untuk berubah seperti mereka. Karena saya tahu, hidup saya berkalang noda. Tidak seperti mereka begitu konsisten dan penuh semangat mengejar ridha-Nya. Namun, niatan itu selalu ada. Saya selalu takjub melihat kibaran kain kain penutup para shalihah tersebut. Niatan tersebut selalu saya pertanyakan pada diri sendiri. Siapkah saya? Saya masih ghibah, futur, dan sederet dosa yang membuat saya mengurungkan niatan tersebut. Sempat saya malu manakala adik kelas yang notabene adalah ikhwan pemimpin grup Kajian di kampus bertanya, " teteh, kapan pakai rok nya?" Namun, para muslimah masih sempatnya membela saya. "Kan masih berproses, kita doakan saja...,"
Betapa baiknya. Subhanallah. Mungkin, doa merekalah yang mengantarkan saya pada sebuah rasa iri teramat. Ya, rasa iri tatkala saya melihat artis artis yang dahulu tampil buka bukaan dengan mantap menjulurkan hijab ke kepala mereka, tak tanggung-tanggung pula, kain yang dijulurkan melebihi batas yang selama ini saya takutkan. Ya, mereka berhijab syari'i. Rasa malu teramat serentak menjalari seluruh tubuh. Rasa malu terhadap Tuhan yang memberi saya kesempatan untuk bernapas hingga saat ini. Apalagi alasan yang aku punya untuk menentang titah-Nya? Mereka, artis yang terkenal, yang bermatapencaharian dari menampilkan pesona fisik mereka berani mengambil resiko untuk berhijab syari'i. Sedangkan, saya? Manusia yang terpapar efek dari para salihah selama 5 tahun dan tidak memiliki resiko yang berarti begitu pecundang dalam mengambil keputusan?
Maka, dengan memohon ridha-Nya.... Aku ingin bertransformasi.