Wednesday, 26 September 2012

I want to travel to the land of fairy

Entah kenapa saya sekarang jadi suka pantai. Mungkin semenjak saya berkunjung ke Red Sea kali ya. Biasanya saya skeptik sama yang namanya pantai karena sebelumnya saya ga menemukan feel 'pantai'. Well, tempat saya tinggal sangat jauh dari pantai. Bahkan boleh dibilang kami tidak punya pantai. Alih-alih pantai, kami memiliki banyak gunung yang seakan memagari wilayah kami. Makanya dulu saya lebih memilih gunung alih alih pantai sebagai tujuan wisata.
Sekarang? Haha.. I love sea.. Deburan ombaknya menenangkan dan bikin semua beban lepas. Apalagi kalau liat laut yang seakan ga berujung bikin pikiran kemana-mana: ya mikirin laut itu, kok luas banget dan ga ada ujungnya.

Well, destination yang paling saya ingin kunjungi adalah Raja Ampat di Irian
Okay, sampai speechless describenya.
Liat gambarnya, berasa lagi ngeliat land of fairy dimana yang dipunyai sama si Raja Ampat tersebut sangat-sangat indah. Huhu.. Pengen deh kesana kalau punya uang.







Tuesday, 18 September 2012

When Somebody Loves Something that You Love

Have you ever played doll with your friends? And you really loved it so much, so possessive and didnt let anyone possess, love, touch, or even bother it? And what are you gonna do?
There are two things that you can do.
If you are a nice girl, you will let anyone love it too or even you play it together. Because you love to share something that make you happy, because you want your friend feel the happiness that you own too.
If you are a bad girl, than you will not even anyone to look it up, not even a touch, not even a glance. Yeah, you love it as hell, you just want to have the happiness on your own. Does it make you a bad person?

I dont know.

Is that bad if you love your doll so much and dont wanna anyone possess it because YOU LOVE IT SO MUCH?
or you have to SHARE with your friend?

Unfortunately, doll is much more easier to handle, doll isnt living thing, doll is a doll. Its okay if you share it.

But in my case.
I wont share.

Monday, 17 September 2012

The Labile Me

Hmm, I easily lost my patience lately. Why? I dont know, my self defense would be because I am in fasting pay off. Of course, a lame and pathetic defense. Fasting never makes me like this before. SO WHY? WHAT? Perhaps its because I want to achieve a lot of things but I dont want to spend my energy more, dont want to spend much effort on that. Bingo! Finally I spit it. The analogy like this: you want to buy a lot of things in mall, but you dont have any money. The result would be:
a. You ll be so devastated and stressed out
b. You ll try to let it go and sincerely say that it isnt your priority to buy it
c. Gosh, I would buy those things someday and I will earn money as much as possible

Okay, my action would be C and B. Because I am not a giving up-type person and always patient in arranging and doing steps to the top. But why today, my action tends to choice A.Which means, I want all those things but NOTHING I DO!!!

I should reprimand my self, this is how I roll:
Myself
a. still nice: C'mon darling, you can do it. You said you wanted to be extraordinary, rite? So much noble intention you have. It s such a waste if you just sit around, wondering when miracle come down. Hey, you should make your own miracle than

b. have stubborn: What are you crazy? You do nothing, you gain nothing. Seriously you will end up ordinary, get forgotten, finally regret your self, blame others and make yourself as hater. Do you enjoy living in those feeling. C'mon! Look up, everyone is running while you are is sitting! dont be such a trout mouth!!!

Hahaha, I am so relieved now.
Time to make changes
Time to tidy up all mess
Time to wake up
Nothing is impossible
I can do it :D

Sunday, 16 September 2012

QueenD dan Sup Jagung

Hualo hualooo everyone.. This cute chef is back. Kali ini saya benar-benar memasak sup jagung tanpa adanya intervensi dari sayuran lain. hehe.


Daaan hasilnya adalaaaaah....

Huaaaa enak bangeeett... Kayaknya udah ini saya bakal apply di master chef deh (yakin bakal langsung di depak di putaran pertama). Boleh sombong kan yaaa? Boleh dooong. Hihi. Masakan saya yang kedua ini jauh lebih better di banding masakan yang pertama ini. Rasanya lebih beradab gitu lho.

Asalnya nih ya, saya udah patah hati aja lihat hasil masakan yang kemarin. Tapi dengan tekad membara, akhirnya saya putuskan: GUE HARUS MASAK LAGI TUH SUP JAGUNG AMPE LIDAH GUE BERSAHABAT DENGAN ITU SUP.

Berbekal bahan sisa, jadilah saya ngetem di dapur. Kurang lebih 1 jam saya berkutat di dapur (kemaren saya menghabiskan 2 jam lho. Baru dua kali masak aja kecepatan memasak meningkat 50%, gimana lagi kalau 100 kali masak sup jagung, bisa sekali kedip aja udah jadi kali ya tuh sup jagung). Saya bikin resep yang sama dengan kemarin. Pertama saya bikin baso ayamnya karena ada sisa daging ayam giling dan saya penasaran bikin baso ayam dengan citarasa ayam alih alih cita rasa tepung terigu.

Sekalian aja nih ya saya share cara bikinnya:
Pertama, ulek bumbu halus 2 siung bawang putih dan 2 siung bawang merah plus garam+merica+gula biar rasanya gurih (saya meminimalkan penggunaan penyedap soalnya). Terus saya cincang bawang bombay dengan membabi buta baik jumlahnya maupun cacahannya. Untuk takaran bahan-bahan sendiri, takarannya berdasarkan hati nurani. Jadi sebelum masak, ada baiknya solat taubat terlebih dahulu biar hati nuraninya bersih (*loh). Soalnya saya ga pernah matok berapa banyak yang saya masukin karena itu depends sama kesukaan seseorang. Contohnya saya, saya selalu memasukkan bawang dengan takaran yang membabi buta dari seharusnya karena ya saya pecinta bawang (selain cowok tentunya), apalagi bawang putih padahal mungkin buat orang lain ga perlu sebanyak itu.

Kedua, campur bumbu halus+cincangan bawang bombay dengan daging ayam giling campur. Tambahkan satu setengah sendok makan tepung terigu (please jangan kebanyakan yaa karena takutnya berujung seperti bakso ayam yang kemarin saya buat), kuning telur, lalu campur rata. Jangan heran kalau adonannya benyek benyek seksi gitu. Wajar kok, jangan panik langsung tambahin terigu yaa seperti si saya, heuheu, dan jangan keburu nyalahin resep seperti si saya lagi, heuheu.
Jerang air panas ampe agak-agak mendidih gitu lalu kecilin api nya ampe agak mau mati gitu apinya biar menjaga agar air tetep panas tapi ga mendidih.
Terus pake dua sendok, bentuk bulat-bulat si adonan benyek tadi (well, karena benyek, bentuknya jadi bulat abstrak gitu) cemplungin deh. Kalau ga salah dari adonan ini terbentuk 6 bakso. Terus tunggu ampe si bakso melayang layang di air. Kalau gini, itu tandanya si bakso udah matang.


Sup Jagung nya sih, cara bikinnya sama aja kayak kemarin dan hasilnya juga enak kok sama kayak kemarin :D. tapi tetep, maizena yang saya butuhin lebih dari sesendok.

Well, heuheu, saya sangaat bangga sekali. Berasa kayak abis bucat bisul...

Sakit sakit lega gitu...
Sakitnya adalah karena saya ga bisa makan makanan sayaa karena saya dapet makanan dari seminar yang saya ikuti dan saya mendapatkan hibah makanan dari panitia karena sangat berlebih mereka nyediainnya. Huhuhuhu....
Tapi basicly perut saya sedikit tercampur karet, jadi kayaknya saya bakal laper lagi deeh. hehe.

Ciaooo, amigos, permios, deeehhh...

Saturday, 15 September 2012

First dish: SUP WOGUNG

Tebak tebak apa yang saya masak? Jreng jreng... SUP JAGUNG. Iya, tadi setelah sempet babbling di sini, saya langsung bergegas menuju sebuah supermarket untuk beli bahan bahan sup jagung. Dengan semangat 45 dan berpikiran 'alah, masak ginian mah cetek', saya terjun ke dapur saat itu juga. Selama dua jam saya mengiris-ngiris bahan secara ga beraturan, mengolah-ngolah si baso ayam, dan bikin sup jagungnya. Well, judulnya aja sih sup jagung tapi kenyataannya isi supnya adalah wortel dan jagung dengan perbandingan wortel lebih banyak jagung. Jadi mungkin biar si jagung dan wortel ini ga sirik-sirikkan saya kasih nama Sup Wogung haha... Nah ya, awalnya saya berencana ga memakai yang namanya bumbu menyedap R***O, eh tapi setelah masakan saya hambarnya luar biasa saya pun akhirnya menyerah pada sapi di bungkus R***O dan voila! Rasanya jadi berubah gurih, memang R***O bumbu pelezat serba guna (naon sih)! Ternyata oh ternyata memasak itu ga sesederhana yang saya sangka, jauh lebih rumit: memotong dengan presisi tinggi (potongan wortel saya ga jelas, ada yang kotak, segitiga, persegi panjang), ampe nangis bombay dalam artian sebenarnya. Okey, sebenernya ga ada masalah yang berarti dalam proses pembuatan sup wogung ini (kecuali beberapa telor yang pecah karena saya dengan anggunnya menaruh telur di atas meja, lebih tepatnya menjatuhkan kantong belanja saya ke meja).
Masalah terjadi pada proses pembuatan bola ayamnya. Jadi rencananya itu, si Wogung ini akan dihidangkan dengan ditemani oleh bakso ayam. Nah, dari resep yang saya dapatin di internet, si adonan daging ayam cincang yang saya beli itu dicampur dengan tepung terigu. Awalnya sih fine, perbandingan terigu sama dagingnya masih rasional, tapi setelah saya lihat laptop lagi, saya tersadar: kuning telur belum dimasukkin! Jadilah saya masukin itu kuning telur, dan mala petaka pun terjadi. Karena adonannya lengket saya tambahin terus itu tepung terigu ampe adonan ga lengket lalu direbus. Mau tau rasanya seperti apa saudara-saudara? Rasa ayamnya ternyata kelibas ama tepung terigu. haha. Berasa ini adonan bala-bala yang direbus. hoho. Rasanya hambar, dan tengahnya kurang begitu matang -__-. Dalam situasi kritis ini saya teringat pepatah seorang teman saya:

"Kalau masakan kamu ngaco, tambahin sambel dan semua akan menjadi beres"

Voilaa! aneh bin ajaib! ternyata rasanya getting better, karena yang terasa adalah rasa pedas! Judul bakso ayam ini sukses berubah menjadi Bakso Tepung Pedas. Well, at least lebih keren dari kue tanah. hoho

Oh ya, keanehan lain terjadi ketika saya menuangkan maizena untuk mengentalkan sup. Sesuai aturan, satu sendok makan maizena udah cukup mengentalkan si sup (apalagi saya bikin cuma setengah panci kecil). Tapi  ternyata, yang terjadi supnya tetap cair. Tanpa dosa saya terus menambah dosis si maizena, baru setelah saya masukkan tiga sendok si sup itu mengental. Okay, saya pun bernapas lega. Eh tiba-tiba ketika saya menyendok si sup ini, keluarlah gumpalan maizena-maizena seperti lem kertas. Ow ow,ternyata maizena yang saya campurin tadi tidak tercampur.

Overall, walaupun buanyaaak bangeet bangeet cerita menyedihkannya, Si Wogung ini masih beberapa tingkat lebih jauh dari si kue tanah: bisa dimakan dan sangat beruntung bahwa si wogung tampak layak dimakan (ga seperti muntahan anjing).
Rasanya? Enak kok. Heuheu terlalu sedih soalnya kalau dibilang ga enak.
Eh tapi bener kok, rasa sup nya beradab. Kalau bakso sih emang agak sedikit ga beradab, tapi layak dikonsumsi kok.

Intinya: cukup sukses dengan si Wogung ini (kata temenku juga enak cuma kurangnya yaitu ga ada dagingnya *well, namanya juga misi pembelajaran, daging mahal, kalau gagal sakit atiiii).

Let me share the ingredients: (takarannya menggunakan hati nurani aja ya :p)
1. Wortel, dipotong sesuka hati.
2. Jagung, harus dipipil dan harus manis. Kurang manis? Liat saya ajaa :D
3. Bawang bombay, dicincang dengan bentuk sesuka hati asal kelihatan kecil
4. Daun bawang (tadi saya ga pake ini karena di supermaket belinya harus banyak -_-)
5. Bumbu halus: bawang putih,bawang merah, merica
6. Penyedap rasa R****, garam, gula
7. Air secukupnya (kalau buat ini, jangan pake aer solokannya soalnya ga akan menambah citaras :p)
8. maizena

Cara membuat;
Ulek bumbu halus, tumis bumbu halus dengan bawang bombay, masukkin air secukupnya, didihkan. Terus, masukkan wortel dan jagungnya (kalau pake daging, dagingnya dulu yang dimasukkin sebelum sayuran) dan rebus sampai empuk. Setelah itu tambahkan putih telur lalu diaduk cepat sampai terbentuk serat-serat putih di sup. Tambahkan maizena yang telah dilarutkan dengan air, aduk aduk cepat sampai mengental.

Tips: untuk nambahin maizena sebaiknya sejumlah sup diambil terlebih dahulu lalu si maizena dimasukkan ke bagian sup ini. Campur. Setelah tercampur sup yang telah diberi maizena ini dimasukkan kembali ke panci berisi supnya. Hal ini untuk menghindari penggumpalan maizena. Teknik ini namanya teknik memancing *teorinya sii begituu

Huahuahuahuahuahuahuahuahua
Cant wait to cook another dish. I let you know the experience.

See you dalam sajian Chef QueenD selanjutnya :D

A Good Wife to Be: Cooking Undefined?

Ceilee... judulnya ga nahan bangeet. Haha. Berasa mau nikah besok aja nih si saya. Sebenernya hasrat memasak-masak ini telah tumbuh sejak saya masih kecil, dibuktikan dengan saya seneng banget maen anjang-anjangan dimana saya bikin kue tanah. Haha. Yup. Kue tanah, bahannya simple kok:
1. Tanah yang disaring ama saringan teh dengan ukuran mesh 40 *aseek sampai halus. Tips: untuk mendapatkan saringan teh, bisa nyolong dari dapur mama, tapi ujung-ujungnya sih pasti dapet murka dari mama *pengalaman masa kecil.
2. air secukupnya, air mentah lebih direkomendasikan, kalau bisa sih air solokan untuk menambah cita rasa
Cara bikinnya gampang kok, tanah yang telah disaring dengan kehalusan tertentu, ditambahkan air secukupnya sampai tanah tercampur rata. Setelah itu bentuk tuangkan dan bentuk kue di atas tembok yang terkena sinar matahari langsung (ceritanya berfungsi sebagai oven), tunggu sampai mengering, dan angkat. Kue yang matang bertekstur renyah dan tidak lembab. Untuk variasi bisa ditambahkan irisan dedaunan.

Voilaa!!! Jadilah kue tanah!


Begitulah history passion masak memasak saya dimulai, sampai sekarang keterampilan masak saya bertambah mulai dari masak air, masak mie, dan yang paling keren adalah masak nasi di magic jar. Actually nasi goreng dan masak telor adalah prestasi saya yang paling membanggakan sih.


Well, karena prestasi keren saya memasak itu, saya tertantang untuk memasak masakan yang lebih njelimet mengingat saya sudah 20, dalam kurun 5 tahun saya akan menikah (AMIIIN YA ALLAAHH), dan tentunya saya akan menikah dengan seorang pria dari spesies manusia bukan helminthes. Jadi ga mungkinlah ntar kalau saya nikah suami saya dikasih kue tanah, emang suami saya cacing?! Kok saya jadi nyolot? Saya juga ga tau. Intinya, sekarang saya singsingkan lengan baju saya untuk MEMASAK!!!

Memasak apa? itulah dia, saya udah mulai browsing browsing resep gitu, eh tapi ternyata cara bikinnya lebih njelimet daripada kue tanah bikinan saya ya? Indeed, makanan manusia memang lebih variatif. Saya udah dapet nih resep masakannya antara lain: sup jagung dan telur balado. Masalahnya adalah bingung mau masak yang mana dulu. Sebetulnya, saya pengen masak sup  jagung soalnya itu makanan favorit saya bangeeeeeeeet. So craving for it. Tapi masalahnya lagi, bikin sup jagung ini lebih njelimet saudara-saudara, dan saya takut ujung-ujungnya sup jagung bikinan saya lebih mirip muntahan anjing daripada makanan manusia. Huahuaa... Bagaimana ini?!!! Apakah saya mau memakannya? jangan-jangan anjing aja ga mau makan makanan saya? Apakah makanan saya bikin Justin Bieber dan Selena Gomez putus? Atau justru bikin Christiano Ronaldo suka ama saya? Atau malah Bradley James yang akan jadi suami saya? Huaa saya bingung sendiri. Pokoknya nantikan jawabannya beberapa saat lagi karena saya akan membeli bahan-bahan yang dibutuhkan dan mulai memasak. Jadi apa yang akan saya masak? atau kah saya akan kembali memasak bestie food saya, kue tanah???

- to be continued -