Tebak tebak apa yang saya masak? Jreng jreng... SUP JAGUNG. Iya, tadi setelah sempet babbling di sini, saya langsung bergegas menuju sebuah supermarket untuk beli bahan bahan sup jagung. Dengan semangat 45 dan berpikiran 'alah, masak ginian mah cetek', saya terjun ke dapur saat itu juga. Selama dua jam saya mengiris-ngiris bahan secara ga beraturan, mengolah-ngolah si baso ayam, dan bikin sup jagungnya. Well, judulnya aja sih sup jagung tapi kenyataannya isi supnya adalah wortel dan jagung dengan perbandingan wortel lebih banyak jagung. Jadi mungkin biar si jagung dan wortel ini ga sirik-sirikkan saya kasih nama Sup Wogung haha... Nah ya, awalnya saya berencana ga memakai yang namanya bumbu menyedap R***O, eh tapi setelah masakan saya hambarnya luar biasa saya pun akhirnya menyerah pada sapi di bungkus R***O dan voila! Rasanya jadi berubah gurih, memang R***O bumbu pelezat serba guna (naon sih)! Ternyata oh ternyata memasak itu ga sesederhana yang saya sangka, jauh lebih rumit: memotong dengan presisi tinggi (potongan wortel saya ga jelas, ada yang kotak, segitiga, persegi panjang), ampe nangis bombay dalam artian sebenarnya. Okey, sebenernya ga ada masalah yang berarti dalam proses pembuatan sup wogung ini (kecuali beberapa telor yang pecah karena saya dengan anggunnya menaruh telur di atas meja, lebih tepatnya menjatuhkan kantong belanja saya ke meja).
Masalah terjadi pada proses pembuatan bola ayamnya. Jadi rencananya itu, si Wogung ini akan dihidangkan dengan ditemani oleh bakso ayam. Nah, dari resep yang saya dapatin di internet, si adonan daging ayam cincang yang saya beli itu dicampur dengan tepung terigu. Awalnya sih fine, perbandingan terigu sama dagingnya masih rasional, tapi setelah saya lihat laptop lagi, saya tersadar: kuning telur belum dimasukkin! Jadilah saya masukin itu kuning telur, dan mala petaka pun terjadi. Karena adonannya lengket saya tambahin terus itu tepung terigu ampe adonan ga lengket lalu direbus. Mau tau rasanya seperti apa saudara-saudara? Rasa ayamnya ternyata kelibas ama tepung terigu. haha. Berasa ini adonan bala-bala yang direbus. hoho. Rasanya hambar, dan tengahnya kurang begitu matang -__-. Dalam situasi kritis ini saya teringat pepatah seorang teman saya:
"Kalau masakan kamu ngaco, tambahin sambel dan semua akan menjadi beres"
Voilaa! aneh bin ajaib! ternyata rasanya getting better, karena yang terasa adalah rasa pedas! Judul bakso ayam ini sukses berubah menjadi Bakso Tepung Pedas. Well, at least lebih keren dari kue tanah. hoho
Oh ya, keanehan lain terjadi ketika saya menuangkan maizena untuk mengentalkan sup. Sesuai aturan, satu sendok makan maizena udah cukup mengentalkan si sup (apalagi saya bikin cuma setengah panci kecil). Tapi ternyata, yang terjadi supnya tetap cair. Tanpa dosa saya terus menambah dosis si maizena, baru setelah saya masukkan tiga sendok si sup itu mengental. Okay, saya pun bernapas lega. Eh tiba-tiba ketika saya menyendok si sup ini, keluarlah gumpalan maizena-maizena seperti lem kertas. Ow ow,ternyata maizena yang saya campurin tadi tidak tercampur.
Overall, walaupun buanyaaak bangeet bangeet cerita menyedihkannya, Si Wogung ini masih beberapa tingkat lebih jauh dari si kue tanah: bisa dimakan dan sangat beruntung bahwa si wogung tampak layak dimakan (ga seperti muntahan anjing).
Rasanya? Enak kok. Heuheu terlalu sedih soalnya kalau dibilang ga enak.
Eh tapi bener kok, rasa sup nya beradab. Kalau bakso sih emang agak sedikit ga beradab, tapi layak dikonsumsi kok.
Intinya: cukup sukses dengan si Wogung ini (kata temenku juga enak cuma kurangnya yaitu ga ada dagingnya *well, namanya juga misi pembelajaran, daging mahal, kalau gagal sakit atiiii).
Let me share the ingredients: (takarannya menggunakan hati nurani aja ya :p)
1. Wortel, dipotong sesuka hati.
2. Jagung, harus dipipil dan harus manis. Kurang manis? Liat saya ajaa :D
3. Bawang bombay, dicincang dengan bentuk sesuka hati asal kelihatan kecil
4. Daun bawang (tadi saya ga pake ini karena di supermaket belinya harus banyak -_-)
5. Bumbu halus: bawang putih,bawang merah, merica
6. Penyedap rasa R****, garam, gula
7. Air secukupnya (kalau buat ini, jangan pake aer solokannya soalnya ga akan menambah citaras :p)
8. maizena
Cara membuat;
Ulek bumbu halus, tumis bumbu halus dengan bawang bombay, masukkin air secukupnya, didihkan. Terus, masukkan wortel dan jagungnya (kalau pake daging, dagingnya dulu yang dimasukkin sebelum sayuran) dan rebus sampai empuk. Setelah itu tambahkan putih telur lalu diaduk cepat sampai terbentuk serat-serat putih di sup. Tambahkan maizena yang telah dilarutkan dengan air, aduk aduk cepat sampai mengental.
Tips: untuk nambahin maizena sebaiknya sejumlah sup diambil terlebih dahulu lalu si maizena dimasukkan ke bagian sup ini. Campur. Setelah tercampur sup yang telah diberi maizena ini dimasukkan kembali ke panci berisi supnya. Hal ini untuk menghindari penggumpalan maizena. Teknik ini namanya teknik memancing *teorinya sii begituu
Huahuahuahuahuahuahuahuahua
Cant wait to cook another dish. I let you know the experience.
See you dalam sajian Chef QueenD selanjutnya :D
Masalah terjadi pada proses pembuatan bola ayamnya. Jadi rencananya itu, si Wogung ini akan dihidangkan dengan ditemani oleh bakso ayam. Nah, dari resep yang saya dapatin di internet, si adonan daging ayam cincang yang saya beli itu dicampur dengan tepung terigu. Awalnya sih fine, perbandingan terigu sama dagingnya masih rasional, tapi setelah saya lihat laptop lagi, saya tersadar: kuning telur belum dimasukkin! Jadilah saya masukin itu kuning telur, dan mala petaka pun terjadi. Karena adonannya lengket saya tambahin terus itu tepung terigu ampe adonan ga lengket lalu direbus. Mau tau rasanya seperti apa saudara-saudara? Rasa ayamnya ternyata kelibas ama tepung terigu. haha. Berasa ini adonan bala-bala yang direbus. hoho. Rasanya hambar, dan tengahnya kurang begitu matang -__-. Dalam situasi kritis ini saya teringat pepatah seorang teman saya:
"Kalau masakan kamu ngaco, tambahin sambel dan semua akan menjadi beres"
Voilaa! aneh bin ajaib! ternyata rasanya getting better, karena yang terasa adalah rasa pedas! Judul bakso ayam ini sukses berubah menjadi Bakso Tepung Pedas. Well, at least lebih keren dari kue tanah. hoho
Oh ya, keanehan lain terjadi ketika saya menuangkan maizena untuk mengentalkan sup. Sesuai aturan, satu sendok makan maizena udah cukup mengentalkan si sup (apalagi saya bikin cuma setengah panci kecil). Tapi ternyata, yang terjadi supnya tetap cair. Tanpa dosa saya terus menambah dosis si maizena, baru setelah saya masukkan tiga sendok si sup itu mengental. Okay, saya pun bernapas lega. Eh tiba-tiba ketika saya menyendok si sup ini, keluarlah gumpalan maizena-maizena seperti lem kertas. Ow ow,ternyata maizena yang saya campurin tadi tidak tercampur.
Overall, walaupun buanyaaak bangeet bangeet cerita menyedihkannya, Si Wogung ini masih beberapa tingkat lebih jauh dari si kue tanah: bisa dimakan dan sangat beruntung bahwa si wogung tampak layak dimakan (ga seperti muntahan anjing).
Rasanya? Enak kok. Heuheu terlalu sedih soalnya kalau dibilang ga enak.
Eh tapi bener kok, rasa sup nya beradab. Kalau bakso sih emang agak sedikit ga beradab, tapi layak dikonsumsi kok.
Intinya: cukup sukses dengan si Wogung ini (kata temenku juga enak cuma kurangnya yaitu ga ada dagingnya *well, namanya juga misi pembelajaran, daging mahal, kalau gagal sakit atiiii).
Let me share the ingredients: (takarannya menggunakan hati nurani aja ya :p)
1. Wortel, dipotong sesuka hati.
2. Jagung, harus dipipil dan harus manis. Kurang manis? Liat saya ajaa :D
3. Bawang bombay, dicincang dengan bentuk sesuka hati asal kelihatan kecil
4. Daun bawang (tadi saya ga pake ini karena di supermaket belinya harus banyak -_-)
5. Bumbu halus: bawang putih,bawang merah, merica
6. Penyedap rasa R****, garam, gula
7. Air secukupnya (kalau buat ini, jangan pake aer solokannya soalnya ga akan menambah citaras :p)
8. maizena
Cara membuat;
Ulek bumbu halus, tumis bumbu halus dengan bawang bombay, masukkin air secukupnya, didihkan. Terus, masukkan wortel dan jagungnya (kalau pake daging, dagingnya dulu yang dimasukkin sebelum sayuran) dan rebus sampai empuk. Setelah itu tambahkan putih telur lalu diaduk cepat sampai terbentuk serat-serat putih di sup. Tambahkan maizena yang telah dilarutkan dengan air, aduk aduk cepat sampai mengental.
Tips: untuk nambahin maizena sebaiknya sejumlah sup diambil terlebih dahulu lalu si maizena dimasukkan ke bagian sup ini. Campur. Setelah tercampur sup yang telah diberi maizena ini dimasukkan kembali ke panci berisi supnya. Hal ini untuk menghindari penggumpalan maizena. Teknik ini namanya teknik memancing *teorinya sii begituu
Huahuahuahuahuahuahuahuahua
Cant wait to cook another dish. I let you know the experience.
See you dalam sajian Chef QueenD selanjutnya :D
No comments:
Post a Comment