Saturday, 16 May 2015

Berlari

Aku merasa terlahap dalam kebisingan. Terasing dalam kekecewaan. Terdiam dalam kesepian.

Jika aku, pola pikirku merupakan kesalahan. Maka, kenapa aku merasa aku berlari sedangkan mereka hanya  melihat aku berlari. Menyorakiku, memberiku saran untuk menuju garis finish. Ya, aku berterimakasih atas itu. Tapi sejujurnya, aku membutuhkan lebih. Aku membutuhkan mereka berlari, bersamaku. Karena aku tak mungkin meninggalkan mereka, tak mungkin aku membiarkan mereka menonton, hanya menonton, tanpa ingin meraih kemenangan seperti aku. Karena aku tahu, jika mereka tidak berlari, dunia akan berputar... Tanpa mereka.

Mereka berkata, kenapa tak kau berikan saja tropi kemenanganmu untuknya? Biarkan dia menonton, toh dia lambat laun akan mengikutimu.

Dan aku menjawab: Tidak, aku ingin dia berlari bersamaku. Aku ingin dia mengerti apa makna setiap langkah kaki untuk kemenangan Oh bukan hanya itu, aku ingin dia tahu bagaimana membuat setiap langkah kaki itu menjadi bermakna.

Aku, si keras kepala, yang membuka genggaman tanganku untuk berlari bersamaku.

Namun, kenapa hanya aku yang berlari?

No comments:

Post a Comment