Thursday, 25 July 2013

Hai kamu

Kamu, ya kamu. Ada berjuta alasan mengapa aku ingin menghindari mu. Aku ingin kamu menjadi sebatas memori utopia yang bahkan tak nyata. Aku ingin kamu menjadi sebuah mimpi indah buatku. Hanya itu. Kamu dan memorimu tak boleh nyata. Anggap saja, kamu adalah teman khayalanku. Oke, kamu kuanggap sebagai imajinasi tempat aku bertengkar, berdamai, dan merindu. Memori aku- dan kamu adalah memori hasil karanganku saja. Dalam dunia imajinasiku. Kamu tak boleh ada di dunia ini. Jikalau suatu saat aku bertemu dengan karakter nyata seperti mu. Maka, seperti yang ada dalam film-film: ini hanyalah kebetulan semata. Aku akan menyapanya dan tentu saja utopia itu tak boleh ada

No comments:

Post a Comment