Ketika saya tidak menjadi prioritas. Ketika saya mendapatkan sisa atau sedikit dari perhatian yang kamu berikan pada teman temanmu. Saya tahu saya sedih, tapi saya tidak bisa mengutarakannya. Agaknya saya bodoh? Memang, saya memang bodoh. Pun ketika saya menjauh dengan tidak menatap kamu karena saya begitu sakit melihat kamu mengabaikan saya ketika saya ingin kamu perhatikan. Saya ingin mengutarakannya, tapi saya tau kamu sangat sibuk untuk mendengar keluhan saya, ketika saya mencoba memberanikan diri maka kamu akan memberondong saya dengan segala kepintaran logikamu. Dan saya diam lagi, tenggelam dalam penolakan saya. Kamu bahkan tidaak menyediakan waktu untuk sekalipun memahami saya. Selalu saya yang harus paham dengan kamu. Pun ketika saya diam, saya marah. Maka kamu hanya akan mendiamkan saya, tanpa ada usaha untuk memahami saya. Saya kemudian bertanya tanya, apakah saya pelengkap dalam hidup kamu? Setelah semua hal hal pentingmu termasuk teman temanmu? Maka boleh jadi, saya bukan orang yang penting buat mu. Boleh jadi, hanyalah saya yang mencintai kamu. Iya, mencintai kamu.
No comments:
Post a Comment