Tuesday, 8 May 2012

8 stories, 8 days, 8th April: I am on KKN


Suratku untuk-Mu yang tercinta


Entah apa yang terjadi padaku, Tuhan. Setiap fungsi sel dalam tubuhku tampaknya tak berfungsi normal.Sepertinya aku gila, entahlah yang jelas yang kurasakan sekarang ada sebuah perasaan membuncah, perasaan bahagia yang menyesakkan dadaku. Ketika perasaan itu membuatku tak fokus, namun bahagia. Aku belum pernah melihat dunia seramah ini padaku. Hal-hal terkecil biasanya membuatku marah, hanya kuanggap angin lalu dan kubalas dengan tawa. Sehebat itukah perasaan yang terjadi padaku? Namun, perasaan itu melemahkanku Tuhan, membuatku tak fokus, namun aku bahagia. Inikah yang disebut fitrah-Mu itu? Sesuatu yang agung yang bahkan otak logikaku kalah telak oleh fitrah ini?  Bukan, aku yakin bukan. Fitrah-Mu jauh lebih agung dari ini. Fitrahmu mengajarkan kekuatan, bukan kelemahan. Sepertinya begitu, tentu saja, Kau pasti tahu segalanya. Kau tahu bahkan ketika aku tak tahu diri, menyalahkan-Mu sewaktu aku kecewa dengan rencana-rencana-Mu? Kau tahu tentu saja, amanah ini tentu besar buatku, amanah ini dapat mengacaukanku yang belum siap dan sedang merangkai cita, menghancurkan perlahan mimpiku untuk membahagiakan orang-orang tersayang. Maaf, aku luput menyadari hal itu.
Tuhan, kau begitu baik. Malu terkadang aku meminta banyak pada-Mu. Namun apa daya, aku tak punya tempat untuk mengadu, meminta, selain pada-Mu. Tuhan kali ini aku minta, arahkanlah fitrah yang Kau kirimkan padaku menjadi sesuatu yang abadi, jauh lebih kekal dari apa yang kudapat sekarang: mencintai hamba-Mu karena Engkau. Tampak manis bukan? Yah, agar aku tak lagi lemah. agar aku sadar bahwa perasaan ini seharusnya kubiarkan membuncah untuk-Mu sehingga menajadi amunisi buatku untuk terus berkarya dalam mencemerlangakan hidupku kelak, lalu buncahan itu kubagikan pada orang-orang yang kusayangi. Termasuk dia. Boleh kukatakan, kau adalah sutradara terbaik di dunia, bahkan di seluruh alam semesta. Kau menskenario kehidupanku jauh lebih menarik dari sekedar drama opera sabun yang melulu menceritakan tentang kekelaman hidup atau kebahagiaan tanpa akhir. Ah, jika ada, dan seharusnya ada, Kau diganjar dengan piala Academy Semesta dan menyabet semua penghargaan disana. Tentu saja itu tak akan terjadi, siapa yang akan mengganjar-Mu? Kau Dzat yang tertinggi, dan sebagai aktris dalam film kehidupan-Mu, sepatutnya aku bersyukur. Capainya aku menjalani stripping 24 jam nonstop semenjak aku lahir, bahkan mengalahkan pesinetron sekaliber Nikita Willy :P, haru-biru yang mewarnai setiap jengkal napasku, diganjar oleh berbagai kejutan dan kebahagiaan bahkan kejutan dan kebahagiaan itu diluar dari 'honor' atas aktingku di film-Mu. Hal yang tanpa kuminta sekalipun, Kau berikan. Termasuk dia.

No comments:

Post a Comment